KHUSNUL KHOTIMAH
Semua orang tentu mendambakan mati dalam keadaan khusnul khotimah. Tetapi kebiasaan seseorang akan terbawa menjelang ajalnya tiba. Bila dalam hidup sehari-hari membiasakan kata-kata yang tidak baik dilontarkan, maka pada umumnya akan melepaskan kepergian ke dalam barzakh dengan kata-kata kotor tersebut sebagai mana yang menjadi kebiasaan takhala hidup di dunia. Namum sebaliknya bagi isan yang membiasakan kata-kata yang baik diucapkan maka menjelang ajal tiba dirinya akan mengucapkan istighfar dan selalu berserah diri kepada Allah denga sepenuhnya.
Sekalipun demikian ada orang yang gemar mengerjakan amal saleh dalam hidupnya, tetapi matinya dalam keadaan su'ul khotimah. Dalam hal ini bisa jadi segala amalan-amalanya yang baik takala didunia dengan dasar riya, tidak ikhlas, atau dia beribadah sebab orang lain, tidak timbul kesadarannya sendiri.
Akan tetapi ada juga yang berlumuran dosa dalam hidupnya tetapi menjelang ajalnya dalam keadaan khusnul khatimah. Orang semacam ini besar kemungkinan pada akhir hayatnya bertaubat dengan sesungguhnya, dan menyesali semua perbuatannya yang dia lakukan, menyesali semua dosanya. Dan memohon ampunan Allah dengan sesungguhnya. Hingga Allah mengampuni orang tersebut, maka matinya dalam keadaan khusnul khatimah.
Berkaitan dengan hal diatas, maka Nabi Saw menjelaskan dalam sabdanya :
"Sesungguhnya ada orang yang melakukan pekerjaan ahli neraka padahal sebenarnya bakal menjadi ahli surga. Ada juga orang mengerjakan perbuatan ahli surga padahal sebenarnya bakal menjadi ahli neraka. Sesungguhnya amal seseorang dinilai pada saat akhir ayatnya.
Manusia salah satu makhluk yang paling sempurna, karena diberi akal dan pikiran, maka sudah barang tentu bisa membedakan yang benar dan yang salah . Kebiasaan dalam hidup yang mengarah pada kepositifan sampai akhir ayat yang akan mampu menjadikan sereorang mati dalam keadaan khusnul khatimah. Bila kebiasaan baik tersebut semata-mata mencari ridha Allah SWT. Namun sebaliknya bila kebiasaan jelek dilakukan terus menerus sampai akhir hayat dan tidak mendapatkan ampunan Allah, maka matilah su'ul khatimah. Naudhubilaahi min dzaalik.